09 DEC 2021 BISNIS 1 MENIT DIBACA 483 DILIHAT 10 BAGIKAN

Mengarahkan Obrolan ke Bisnis

Transisi dari obrolan biasa ke bisnis biasanya bikin canggung. Ikuti tips ini, yuk

  1. Cari kesamaan
    Kamu pasti ingin memperlakukan prospekmu seperti teman. Jadi saat mengobrol, carilah apa persamaan kamu dengannya. Misalnya saja ternyata sama-sama menyukai olahraga lari atau maraton. Dari situ pembicaraan akan mengalir hingga akhirnya kamu bisa mengarahkan ke bisnis dengan lebih nyaman.
  2. Ketahui passion-nya
    Membicarakan passion atau sesuatu yang kita sukai tentulah topik pembicaraan yang menyenangkan. Coba cari tahu tentang passion-nya, dengan begitu kamu menemukan celah untuk mulai mem-prospeknya.
  3. Temukan masalah mereka dan jadilah solusinya
    Pancing mereka dengan membicarakan topik tertentu yang kemungkinan besar menjadi masalah bagi mereka. Misalnya dengan obrolan ringan seperti, “Kamu pakai apa, sih, kok kulitmu terlihat cerah? Mau coba produk bagus nggak untuk meratakan warna kulitmu biar semakin cerah merata?” Baru, deh, kamu masuk dengan bekal prospekmu.
  4. Bangun passion mereka
    Jika kamu kesusahan menemukan ritme pembicaraan, coba bicarakan masalah keseharian seperti merawat rumah, perabot, atau baju. Kamu bisa memanfaatkan cuaca, misalnya, “Wah belakangan hujan mulu, ya, pa kabar jemuran?” Lihat tanggapannya, jika dia mengeluhkan masalah noda baju atau bau apek jemuran yang tak kunjung kering, berarti dia siap kamu prospek!

Ingat, jangan “jualan”, jadilah solusi. Selamat mencoba!