14 DEC 2020 HIDUP SEHAT 3 MENIT DIBACA 472 DILIHAT

Ini Bedanya Omega-3, 6, dan 9

Anda pasti tahu pentingnya asam lemak tak jenuh untuk tubuh. Yang paling sering Anda dengar mungkin Omega 3. Namun, ternyata tak hanya Omega 3 saja jenis asam lemak tak jenuh. Ada Omega-6 dan Omega-9.

Asam lemak Omega-3, 6 dan 9 sangat diperlukan oleh tubuh, baik secara esensial (harus dari makanan) maupun non esensial (dapat dibentuk oleh tubuh). Di mana ketiganya berfungsi untuk menjaga sistem kardiovaskular (pembuluh darah) dalam membantu proses pendistribusian nutrisi bagi setiap organ. Ketiganya bisa didapat dari konsumsi makanan sehari-hari, terutama makanan nabati dan daging ikan laut.

Omega 3

Sumber: minyak ikan salmon, mackerel, hering, sarden, walnuts, biji chia, dan biji rami (flaxseed).

Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated) yang esensial, yaitu tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Jenis Omega-3 dibagi diantaranya:

  1. Eicosapentaenoic acid (EPA), fungsinya menjaga kekebalan tubuh, mengendalikan peradangan, dan membantu meringankan gejala depresi.
  2. Docosahexaenoic acid (DHA) – merupakan salah satu komponen utama yang membangun 8% dari berat otak, sehingga jenis asam lemak ini sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. DHA tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak pada masa perkembangan namun juga pada lansia untuk mencegah kerusakan otak seperti demensia.
  3. Alpha-linolenic acid (ALA) – karena bentuknya yang paling sederhana diantara ketiga asam lemak omega-3, ALA dapat dibentuk kembali menjadi DHA ataupun EPA, namun sebagian besar ALA digunakan sebagai penghasil energi.

Omega 6

Sumber: daging, telur, produk susu dan turunannya, serta minyak sayuran seperti Soybean oil, Corn oil, Safflower Oil, Sunflower Oil, Peanut Oil, Cottonseed oil, Rice Bran Oil.

Serupa dengan Omega-3, asam lemak Omega-6 merupakan asam lemak tak jenuh jamak dan bersifat esensial. Omega-6 biasa diasup dalam bentuk LA (Linoleic Acid) dan berfungsi sebagai penghasil energi namun juga dapat dibentuk kembali menjadi Arachidonic Acid (AA) untuk menghasilkan bahan kimia eicosanoid, sama seperti EPA.

Omega 9

Sumber: Canola oil, sunflower oil, almond.

Merupakan asam lemak tidak jenuh tunggal yang non-esensial, sehingga tubuh bisa memproduksinya sendiri. Omega-9 memiliki jenis asam lemak utama yang dikenal dengan asam oleik yang sangat mudah diperoleh dari makanan kacang-kacangan serta beberapa lemak hewan.

Hasil penelitian menunjukkan antara Omega-3 dan Omega-6 perlu dikonsumsi secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dengan perbandingan Omega 3 : Omega 6 adalah 1 : 2.

Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian Flock et all dalam Determinants of Erythrocyte Omega-3 Fatty Acid Content in Response to Fish Oil Supplementation: A Dose–Response Randomized Controlled Trial yang menyatakan bahwa pentingnya mengonsumsi supplemen Omega-3 agar memenuhi kebutuhan sesuai anjuran indeks omega 3 yaitu >8% di dalam darah. Untuk itu perlu sekali asupan omega 3 dari suplementasi, salah satunya dengan mengonsumsi NUTRILITETM Salmon Omega 3 Complex 2 kali sehari setelah makan.

NUTRILITETM Salmon Omega 3 Complex Mengandung 2 asam lemak esensial Omega 3, EPA (Eicosapentanoic Acid) dan DHA (Docosahexanoic Acid) yang berasal dari ikan salmon perairan Norwegia, Atlantik Utara yang bebas pencemaran.