21 DEC 2020 GAYA HIDUP 2 MENIT DIBACA 151 DILIHAT

Depresi Bisa Akibatkan Kematian

Mulai sekarang jangan sepelekan depresi. Kondisi medis yang bisa berdampak negatif ini bisa menyerang siapa saja dan berpotensi menyebabkan kematian!

Juni tahun lalu dunia diguncangkan dengan kematian chef tangguh Anthony Bourdain (61) dan desainer kenamaan Kate Spade (55). Diduga depresi adalah penyebabnya. Sebelumnya, sederet artis kenamaan juga menempuh hal yang sama seperti Marilyn Monroe (36), Kurt Cobain (27), Robbin William (63), hingga yang masih berjuang mengatasinya seperti Demi Lovato dan Selena Gomez.

Siapa sangka mereka yang terlihat bahagia dibalik gemerlap dunia dan ketenaran ternyata menyimpan masalah yang berakibat fatal. Depresi adalah silent killer yang bisa membunuh secara perlahan, bahkan tanpa disadari penderitanya.

Waspadai gejalanya

Depresi bisa menyerang siapa saja, tidak memandang usia maupun jenis kelamin. Depresi dapat menyebabkan banyak gejala di dalam sistem saraf pusat, yang banyak di antaranya mudah dihilangkan atau diabaikan.

√ Orang dewasa yang lebih tua juga mungkin mengalami kesulitan mengidentifikasi perubahan kognitif karena mudah untuk mengabaikan tanda-tanda depresi yang terkait dengan "semakin tua."

√ Gejala depresi termasuk kesedihan yang luar biasa dan rasa bersalah, yang digambarkan sebagai perasaan hampa atau putus asa. Kadang-kadnag sulit dipahami karena gejala dapat bermanifestasi dan menyebabkan reaksi fisik.

√ Sering menangis tiba-tiba, lekas marah, marah, dan kehilangan minat pada hal-hal yang digunakan untuk membawa kesenangan, termasuk seks.

√ Merasa lelah sepanjang waktu atau sulit tidur di malam hari.

√ Gejala lain adalah sakit kepala, sakit kronis, dan sakit yang mungkin tidak berespons terhadap pengobatan. Ini juga terkadang merupakan efek dari penyakit neurologis tertentu, seperti penyakit Alzheimer, epilepsi, dan multiple sclerosis.

√ Orang dengan depresi biasanya mengalami kesulitan mempertahankan jadwal kerja normal atau memenuhi kewajiban sosial. Ini bisa disebabkan seringkali susah berkonsentrasi, lupa, dan kesulitan membuat keputusan.

Akibat depresi

√ Meningkatkan risiko penyakit jantung.

Depresi dan stres berkaitan erat. Hormon stres mempercepat detak jantung dan membuat pembuluh darah mengencang, membuat tubuh Anda dalam keadaan darurat yang berkepanjangan. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan penyakit jantung.

√ Daya tahan tubuh menurun

Depresi dan stres berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh, membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

√ Perilaku kasar hingga kematian

Beberapa orang yang mengalami depresi dapat beralih ke alkohol atau narkoba, yang dapat meningkatkan perilaku sembrono atau kasar. Orang yang mengalami depresi mungkin juga mendapati dirinya sibuk memikirkan kematian atau melukai diri sendiri.