14 JUL 2021 HIDUP SEHAT 2 MENIT DIBACA 98 DILIHAT

10 Akibat Melawatkan Sarapan

Melewatkan sarapan ternyata bisa merugikan kesehatan kita, lho. Tak hanya meningkatkan risiko obesitas saja, namun banyak akibat lainnya.

1.  Kadar gula darah turun

    Sarapan secara harfiah berarti 'berbuka puasa' dari waktu yang Anda habiskan untuk tidur sepanjang malam. Makan di pagi hari membantu memulihkan glikogen dan menstabilkan kadar insulin. Dengan mengabaikan dan tidak mengisi kembali kadar glukosa Anda di pagi hari, Anda akan merasa sangat lapar, mudah tersinggung, dan lelah.

    2.  Metabolisme melambat

      Ketika Anda tidak makan makanan apa pun untuk jangka waktu yang lama, tubuh mulai menyimpan kalori sebanyak mungkin, untuk mempersiapkan periode kelaparan yang potensial. Saat tingkat metabolisme melambat, tubuh bahkan beralih ke glukosa yang disimpan di otot sebagai sumber bahan bakar cadangan, yang secara efektif berarti otot Anda terbuang sia-sia.

      3.  Meningkatkan hormon stres

        Makan pagi dapat memiliki efek positif pada kortisol - 'hormon stres' utama yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Tingkat kortisol paling tinggi sekitar jam 7 pagi, itulah mengapa penting untuk makan sesuatu sehingga Anda dapat menurunkan kadar hormon kembali. Ketika kadar kortisol terlalu tinggi, kemungkinan besar Anda akan merasa cemas atau gelisah.

        4.  Meningkatkan risiko penyakit jantung

          Dengan melewatkan makan pagi secara teratur, Anda lebih rentan terhadap kenaikan berat badan dan peningkatan risiko aterosklerosis, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi.

          5.  Berat badan naik

            Melewatkan sarapan membangkitkan keinginan untuk makanan manis dan berlemak. Ditambah lagi, karena rasa lapar Anda akan cukup kuat, Anda akhirnya melahap apa pun yang Anda temui di siang hari. Semakin tinggi tingkat rasa lapar Anda, semakin banyak jumlah asupan makanan. Kebiasaan melewatkan sarapan secara terus-menerus pada akhirnya akan menyebabkan penambahan berat badan dan bukan penurunan berat badan.

            6.  Bisa menyebabkan migrain

              Hipoglikemia adalah istilah medis yang digunakan untuk menunjukkan kadar gula darah yang rendah. Melewatkan makan memicu penurunan kadar gula secara besar-besaran, yang pada gilirannya memicu pelepasan hormon yang dapat mengimbangi kadar glukosa yang rendah. Ini, di sisi lain, meningkatkan tingkat tekanan darah, memicu migrain dan sakit kepala.

              Sumber:

              https://www.webmd.com