10 MAR 2021 TIPS BISNIS 2 MENIT DIBACA 681 DILIHAT

Menjadi Leader yang Welas Asih

Leader atau pemimpin adalah posisi yang ideal untuk menggunakan kekuatan hati agar bisa memberikan inspirasi sekaligus mendapatkan koneksi. Sikap welas asih ini akan membuat ABO merasa dihormati, didengar, ditantang, dan didorong untuk mencapai tujuan, maka keinginan tulus mereka untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan meningkatkan kinerja pun semakin meningkat.

Berikut beberapa cara efektif untuk dapat memimpin dengan hati:

1.  Mendengarkan apa kata hati

    Sebelum melakukannya, coba dengarkan apa yang dikatakan hati. Temukan apa yang menjadi nilai kunci, apakah kejujuran, kebaikan, integritas atau yang lain.

    Banyak Leader yang menyesal telah mendasarkan tindakan mereka pada apa yang dikatakan orang lain dan bukan pada apa yang ada di dalam diri mereka.

    2.  Membangun fondasi yang kuat

      Bisnis dibangun di atas fondasi hubungan yang kuat baik di dalam maupun di luar organisasi, sehingga memerlukan komunikasi dua arah. Memimpin dari hati adalah tentang berhubungan, melakukan percakapan, bekerja bersama, dan saling menjaga serta memberikan dorongan.

      3.  Menciptakan hubungan positif

        Kepemimpinan adalah sebuah hubungan. Leader dapat memengaruhi seberapa positif atau negatif lingkungan bisnis dengan cara menciptakan hubungan yang baik. Dorongan, kata-kata positif, selalu siap mendengarkan, dan memberikan layanan yang sangat baik, adalah beberapa cara menciptakan dan mempertahankan hubungan positif.

        4.  Memberi contoh

          Leader tidak hanya memimpin dengan memberi tahu orang lain apa yang harus dilakukan, namun memberikan contoh yang baik bagi diri mereka sendiri. Leader harus bisa memberikan contoh pada downline-nya tentang bagaimana cara melakukan perubahan melalui tindakan positif untuk mendukung program dan akvitas yang baru di perusahaan.

          5.  Membangun kepercayaan

            Hubungan tidak akan berkembang tanpa kepercayaan. Kepercayaan mengundang partisipasi, yang sangat penting untuk inovasi dan produktivitas.

            Beberapa cara untuk membangun kepercayaan antara lain dengan memiliki pribadi dapat dipercaya, mempercayai orang lain, komunikasi terbuka, kejujuran, konsistensi, kompetensi, dan tanggung jawab.

            6.  Bersikap otentik

              Menjadi otentik adalah menjalani kehidupan yang sangat terkait dengan sistem kepercayaan seseorang, yaitu jujur ​​pada diri sendiri, nilai-nilai, dan keyakinan Leader. Tampilkan diri yang asli, tanpa kepura-puraan, dan bertanggung jawab atas perasaan dan tindakan.

              7.  Menjadi sosok yang perhatian

                Peduli berarti minat yang tulus dan perhatian yang tulus kepada orang lain, termasuk pertimbangan, kasih sayang, empati, simpati, pengasuhan dan altruisme. Peduli berarti memandang manusia sebagai sumber daya terpenting dalam organisasi, dan sumber daya dengan potensi paling besar secara keseluruhan.

                Sumber:

                https://www.transformativeconversations.com/blog/lead-with-heart/2018/2/11